IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR Melaksankan Khitanan Massal Gratis

29 Juni 2019 Administrator



Samarinda, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kalimantan Timur melaksanakan Khitanan Massal yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu tanggal 29 Juni 2019 di gedung sasana Didaktika IKIP PGRI Kalimantan Timur.

Khitanan massal yang digelar IKIP PGRI Kaltim ini diikuti 100 anak dengan usia antara 6-15 tahun. Khitanan massal ini merupakan kegiatan rutin tahunan Pengabdian kepada Masyarakat IKIP PGRI Kaltim. Setiap tahunnya, tema acara berbeda-beda menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor IKIP PGRI Kalimantan timur, Drs. HM. Kasdie. A. MM, yang dalam sambutannya mengungkapkan, 3 unsur Tri Darma perguruan Tinggi adalah hal wajib diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi, termasuk Pengabdian Masyarakat.

"Unsur-unsur di dalam Tri Dharma saling berkaitan dan jika salah satu unsur tidak dijalankan, maka unsur-unsur lain mungkin juga tidak bisa berjalan dengan baik Ilmu yang didapat melalui Tri  Dharma ini, sangat penting, jadi sunatan massal ini terselenggara demi menjalankan salah satunya, yaitu pengabdian kepada masyarakat," kata Rektor IKIP PAGRI Kaltim HM. Kasdie. A. MM, Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kasdie mengharapkan agar mahasiswa mampu menjadi kaum intelektual yang bergagasan, berpikir kritis, dan bercita-cita membawa perubahan pada negeri tercinta kita ini ke arah yang lebih baik. Sesuai tuntunan Tri Dharma perguruan Tinggi Sesuai dengan  Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 pasal 1.

"Menjalankan Tri Dharma akan memberikan dampak positif kepada mahasiswa dan masyarakat Tri Dharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat. Artinya memberikan pengabdian ke masyarakat adalah salah satu proses pendidikan yang baik berperan aktif untuk kebaikan mahasiswa," paparnya.

ditemui terpisah  Ketua Panitia Penyelenggara Khitanan Massal Dr.Elbadiansyah mengatakan kegiatan bakti sosial khitanan massal ini dilakukan rutin setiap tahunnya, dengan rangkaian acara yang berbeda. di tahun ini kami melaksankan Khitanan massal dengan melibatkan 10 orang dokter dari RSUD AW Sjahranie. Elbadiansyah mengatakan, "Bagi anak-anak yang belum mendapat kesempatan, diharapkan dapat menunggu agenda selanjutnya."

"Kami meminta maaf kepada masyarakat yang belum mendapat kesempatan, karena keterbatasan jumlah dokter yang menangani, jadi peserta hanya dapat ditampung sekitar 100 saja.

Semoga agenda selanjutnya dapat mendaftarkan kembali," kata Elbadiansyah. "Harapannya semoga kita akan punya generasi penerus yang berkualitas dan berbakti," katanya. Seluruh anak yang dikhitan akan mendapat sejumlah bingkisan dan uang tali asih  Agar dapat mengurangi rasa takut saat berhadapan dengan jarum suntik dan peralatan sunat," katanya.

Menurutnya, hampir setiap anak, apalagi usia 6 sampai 10 tahun, pasti rasa gugup dan takutnya sangat besar saat berhadapan dengan jarum suntik serta peralatan sunat lainnya. "Maka untuk mengurangi hal itu, sebelum mulai disunat, kita berikan hadiah yang berupa makanan ringan, mainan serta uang tali Asih, agar perasaan mereka bisa lebih tenang," katanya Elbadiansyah.

By :Admin

 

 

 


Bagikan :