IKIP PGRI Kalimantan Timur Mendapatkan Piagam Penghargaan HaKI

13 Februari 2018 Administrator



Banjarmasin, 13 Februari 2018, Dalam kesempatan rapat kerja Kopertis XI wilayah Kalimantan pada tanggal  12 -13 Februari 2018, IKIP PGRI Kalimantan Timur mendapatkan Piagam Penghargaan dari Kopertis XI. Piagam tersebut adalah Piagam HAKI ( Hak atas Kekayaan Intelektual ). Piagam tersebut di serahkan oleh koordinator Kopertis wilayah XI, Prof. Dr. Ir. H Idiannor Mahyudin, M.si di hotel Golden Tulip Banjarmasin atas Prestasi IKIP PGRI Kalimantan Timur yang telah mendapatkan 12 HKI dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia sejak tahun 2017. Dalam kesempatan terpisah Rektor IKIP PGRI Kalimantan Timur, Drs. H.M. Kadise, A,MM mengatakan "IKIP PGRI Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, terus berlari untuk mencapai kualitas Maksimal". semua harus berkualitas, mulai dari sarana prasarana, Sumber daya manusia dan lulusan, tambahnya. H.M Kasdie menjelaskan bahwa HAKI adalah pengakuan terhadap hak atas kekayaan intelektual seseorang yang telah mempunyai kekuatan hukum.

 

Apa itu sebenarnya HAKI ? berikut penjelasan Singkatnya :

Istilah HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO (Agreement Establishing The World Trade Organization). Pengertian Intellectual Property Right sendiri adalah pemahaman mengenai hak atas kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia, yang mempunyai hubungan dengan hak seseorang secara pribadi yaitu hak asasi manusia (human right).

HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Pada intinya HaKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HaKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Setiap hak yang digolongkan ke dalam HaKI harus mendapat kekuatan hukum atas karya atau ciptannya. Untuk itu diperlukan tujuan penerapan HaKI. Tujuan dari penerapan HaKI yang Pertama, antisipasi kemungkinan melanggar HaKI milik pihak lain, Kedua meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan intelektual, Ketiga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.

Lalu bagaimana apabila karya kita atau milik orang lain tidak dilindungi? Sudah pasti dipastikan akan terkena pembajakan. Sebegai contoh untuk di dunia pendidikan saat ini marak adanya pembajakan buku. Pembajakan buku ini makin marak terjadi di masyarakat, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pembajakan buku, salah satunya adalah kurangnya penegakan hukum, ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan hak cipta buku, dan kondisi ekonomi masyarakat. Sudah banyak pelaku terjaring oleh aparat, dan masih banyak pula yang masih berkeliaran dan tumbuh, seiring tingginya permintaan oleh masyarakat. Untuk itu butuh kesadaran dari masyarakat untuk mengetahui HaKI agar karyanya tidak diambil oleh orang lain.


Bagikan :